Dari Zero To Hero

Habit Keuangan Gen Z: Cara Anak Muda Mengelola Uang di Era Digita

Pendahuluan

Generasi Z (lahir antara tahun 1997–2012) dikenal sebagai generasi digital native. Dalam hal keuangan, mereka memiliki kebiasaan unik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menurut survei Boston Consulting Group (2023), lebih dari 60% Gen Z di Asia Tenggara mengelola uangnya lewat aplikasi keuangan digital, seperti e-wallet, mobile banking, hingga investasi berbasis aplikasi.

👉 Baca juga: Teknologi Digital untuk Generasi Muda

1. Mengutamakan E-Wallet dan Cashless

Gen Z menggunakan e-wallet untuk pembayaran digital

Gen Z cenderung lebih suka cashless. Data dari Bank Indonesia (2024) menunjukkan transaksi QRIS meningkat 125% YoY, dan mayoritas penggunanya adalah anak muda.

  • Dompet digital seperti OVO, DANA, Gopay jadi andalan.
  • Belanja online & offline makin mudah hanya dengan scan QR.

2. Investasi Sejak Dini

Beda dengan generasi sebelumnya, Gen Z sudah akrab dengan investasi sejak kuliah atau sekolah.

  • Aplikasi saham & reksa dana (Bibit, Ajaib, Bareksa) sangat populer.
  • Crypto & NFT juga pernah jadi tren meski penuh risiko.

💡 Survei Jakpat (2023) menunjukkan 42% Gen Z di Indonesia sudah memiliki setidaknya 1 instrumen investasi digital.

3. Side Hustle & Kreativitas Finansial

Selain kerja formal, Gen Z suka mencari penghasilan tambahan lewat:

  • Freelance online
  • Content creation (TikTok, YouTube, Instagram)
  • Bisnis kecil berbasis komunitas

Menurut laporan McKinsey (2022), lebih dari 30% Gen Z global punya side hustle sebagai tambahan pemasukan.

4. Tantangan: Impulse Buying & Gaya Hidup

Meski cerdas secara digital, Gen Z rentan pada belanja impulsif.

  • Flash sale e-commerce
  • FOMO ikut tren gadget
  • Nongkrong di café sebagai lifestyle

Menurut survei Katadata Insight Center (2023), 54% Gen Z Indonesia mengaku sering melakukan impulse buying saat ada promo online.

Kesimpulan

Habit keuangan Gen Z mencerminkan generasi digital yang adaptif, kreatif, tapi juga rentan boros.

  • Buat anggaran bulanan.
  • Pisahkan rekening untuk tabungan & investasi.
  • Gunakan aplikasi keuangan untuk tracking.

Dengan begitu, Gen Z bisa tetap update dengan gaya hidup modern tanpa mengorbankan stabilitas finansial.

👉 Baca juga artikel lain seputar Fintech untuk Gen Z.

🔗 Sumber Riset

  1. Boston Consulting Group (2023) – Gen Z in SEA Finance Report
  2. Bank Indonesia (2024) – Statistik Transaksi QRIS
  3. Jakpat (2023) – Gen Z Investment Behavior Survey
  4. McKinsey & Company (2022) – The Side Hustle Economy
  5. Katadata Insight Center (2023) – Consumer Behavior Gen Z
Diposting Agustus 26, 2025 | Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar